Perubahan zaman yang kian pesat seolah memaksa semua orang untuk terus belajar lebih banyak, dan keluar dari zona nyaman. Pilihannya saat ini hanya dua yaitu siap menghadapi atau digilas zaman.

Secara ekonomi terjadi tekanan perdagangan yang semakin kompetitif, multi nasionalisasi produksi, integrasi pasar keuangan, dan masuknya investasi modal global.

Hal tersebut diungkapkan Anggota DPR RI dari fraksi Partai Gerindra, drg. Putih Sari saat menjadi salah satu narasumber utama dalam Seminar “Millenial Entrepeneur” yang digelar di Gedung Dakwah, Kelurahan Cipaisan, Purwakarta, Pada Sabtu (21/12/2019).

Dihadapan peserta seminar, Putih Sari menjelaskan tentang tantangan dan masa depan perekonomian Indonesia di era masyarakat ekonomi global.

Anak muda sebagai generasi millenial, menurutnya, wajib bermimpi menjadi orang sukses, terutama menjadi pengusaha. Apalagi di era Revolusi Industri 4.0 mereka harus pandai dan jeli memanfaatkan teknologi digital untuk menangkap peluang usaha baru.

“Generasi millenial wajib bermimpi dan punya tujuan hidup. Tetapi kalau dalam sehari-hari tidak ada gerakan, pengorbanan, kerja keras dan kemampuan, mimpi itu tidak akan menjadi kenyataan,” ucap Putih.

Oleh karena itu, Putih mendorong potensi anak muda untuk membangun Indonesia.

Ditembahkannya, para pelaku industri maupun generasi muda memperluas wawasan dan mengasah keterampilan sehingga dapat menghasilkan konten yang bagus, menarik dan memiliki nilai jual.

“Potensi anak muda perlu dikembangkan. Apalagi Indonesia akan menghadapi Bonus Demografi dimana penduduk usia produktif jauh lebih besar dibanding usia tdk produktif,” imbuhnya.

Menurut Putih, potensi ekonomi sektor pangan baik untuk memenuhi kebutuhan nasional maupun global, masih sangat besar untuk dimanfaatkan.

“Langkah strategis yang diperlulan adalah mendorong sektor pertanian lebih menarik untuk generasi millenial atau anak muda,” jelasnya.

Disamping itu, lanjut dia, perlu peyesuaian teknologi pertanian, dan penguatan kompetensi melalui Balai Latihan Kerja (BLK).

“Anak muda harus menjadi pioneer dan memanfaatkan peluang ekonomi di sektor pangan,” harap Putih.

Terakhir, Putih juga mendorong pemerintah pusat maupun daerah, untuk ikut memberikan dukungan melalui kebijakan dan dukungan teknis sehingga kaum millenial bisa lebih optimal dalam membangun perekonomian Indonesia.

“Di era Revolusi Industri 4.0 ini persaingan di bidang ide-ide kreatif dan penguasaan teknologi digital menjadi salah satu kunci sukses seorang pengusaha. Dengan mengelola kreatifitas yang luar biasa, bangsa Indonesia akan menjadi lebih produktif dan dinamis,” pungkasnya.